Indonesian Molidae Network

Indonesian Molidae Network Indonesian Molidae Network is a community of scientists, conservation workers, and volunteers that focuses on the Molidae Family (Sunfish) How do you engage ?

Indonesian Molidae Network brings together researchers and volunteers from the people of Indonesia who want to participate in research, education, and conservation of Molidae/ Sunfish in Indonesia. Given that we still know very little about Molidae, seeing this charismatic species in the wild and not documenting it in a database is a very unfortunate occurrence. The hope with this network is that

sightings information and scientific data can be documented in every region of Indonesia and used for the management of these species. Who can get involved ? All people including researchers, educators, students, designers, fishermen, etc who volunteer to help in documenting, educating, and disseminating knowledge about these types of fish. Why do we need community participation ? Currently there is little information about Molidae/sunfish in Indonesia and in the world. Evaluation from conservation organization such as IUCN, CITES and US federal agencies is not yet available. The fish has a charismatic body form and large size that is so unique and interesting that can give an advantage in tourism, as in Nusa Penida Bali. Unfortunately, some areas have reported this fish as comprising a shockingly high percentage of its by catch, such as southern California (29%), the Mediterranean (about 70-93% in 1992 and 1994) and South Africa (17%). Indonesia recorded in 2010-2011 that 0.14% of long line tuna cathes in the indian Ocean was Molidae by catch. Although not an abundant species globally, the few published data from Indonesia suggests that Molidae population in Indonesia are small. Active participation from all Indonesian circles could help fill gaps in the information needed to gain additional funding and support for the protection of this fish. Indonesian Molidae Network is open to whoever wants to be involved ! What role do you want to have ?

1.Reseachers, Young or seniors reseachers from various educational backgrounds in marine science, oceanography, biology, sociology, economic, cultural studies, tourism,etc, can be in charge of carrying out reseach related to Molidae/Sunfish. Reseach can come from various viewpoints of science and humanities and will help make documents to support the management of these types of fish.

2.The observer/ Citizen Scientist / Emergency Recorder; These volunteers are in charge of filling out the emergencye logbook, measuring the individual body, photographs, and taking tissue samples for genetic analysis. “This work can be done by all people”. “Your contribution will greatly assist researchers in understanding the biology of these types of fish”.

3.GraphicDesign/ Filmmakers; Make educational material and popular publications (infographics, short films, etc) related to the type of fish Molidae/ Sunfish.

4. Educators; People who disseminate information related to the type of fish Molidae/Sunfsih among the people of Indonesia, thus increasing the knowledge and understanding of the community.

=====================================

Indonesian Molidae Network sendiri merupakan sebuah jejaring antar peneliti dan masyarakat Indonesia yang ingin berpartisipasi dalam bidang penelitian, pendidikan, dan konservasi Molidae / Sunfish di Indonesia yang sifatya sukarelawan. Melihat kharismatik spesies ini di lautan sangat disayangkan apabila informasi-informasi tidak tersampaikan dan terdokumentasi menjadi sebuah database. Sehingga harapannya dengan adanya jejaring ini di setiap wilayah indonesia, semua informasi dan data-data dapat terdokumentasikan baik secara ilmiah yang dapat dijadikan pengelolaan spesies ini hingga tetap lestari. Siapa saja yang bisa terlibat ? semua kalangan , baik peneliti, pendidik, pelajar, desainer, nelayan, dll yang sukarela membantu dalam mendokumentasikan, mendidik, dan menyebarluaskan pengetahuan mengenai jenis ikan ini. Mengapa diperlukan partisipasi ? Saat ini masih sedikit informasi mengenai Molidae / Sunfish di Indonesia bahkan di dunia. Evaluasi status konservasi dari IUCN, CITES, US Federal bahkan belum maksimal, hanya 1 dari 4 spesies yang sudah terevaluasi yaitu spesies Mola mola. Padahal jenis ikan ini memiliki kharismatik yang sangat kuat baik dari bentuk tubuh, dan ukurannya dari beberapa jenis yang sangat besar sehingga dapat memberikan keuntungan di bidang pariwisata seperti di Nusa Penida, Bali. Di beberapa negara seperti di Selatan California dilaporkan 29 %, Mediterranean pada tahun 1992 dan 1994 sekitar 70-93 %, dan di Afrika Selatan sekiat 17 % dari jenis ikan ini yang menjadi korban dari tangkapan sampingan / bycatch. Di Indonesia sendiri tercatat pada tahun 2010-2011 jenis ikan ini menjadi korban tangkapan sampingan dari perikanan longline Tuna di Samudera Hindia sekitar 0.14%. Meskipun tidak besar, keberadaan jenis ikan ini yang tergolong langka dan jarang terpublikasi mengindikasikan bahwa jenis ikan ini tidak terlalu besar populasinya di Indonesia. Sehingga partisipasi aktif dari semua kalangan masyarakat Indonesia dapat mengisi kekosongan-kekosongan informasi yang dibutuhkan untuk pengelolaannya. Bagaimana anda terlibat ? Indonesian Molidae Network terbuka untuk semua kalangan. Peran apa yang anda inginkan ?
1.Peneliti ; Peneliti muda atau senior dari berbagai latar belakang pendidikan kelautan, oseanografi, biologi, sosial-ekonomi-budaya, pariwisata,dll yang bertugas dalam melaksanakan penelitian terkait ikan Molidae / Sunfish dari berbagai sudut pandang keilmuan dan membuat dokumen ilmiah untuk mendukung pengelolaan jenis ikan ini.

2. Observer / Citizen Scientist / pencatat kemunculan ; Bertugas dalam mengisi logbook kemunculan, mengukur tubuh individu, foto dan mengambil sampel jaringan utuk analisis genetik “Pekerjaan ini bisa dikerjakan oleh semua kalangan masyarakat”. “Kontribusi anda sangat membantu peneliti dalam memahami jenis ikan ini”
3. Desain Grafis / Pembuat film ; Membuat bahan edukasi dan publikasi populer (infografis, film pendek, dll) terkait jenis ikan Molidae/ Sunfish.

4. Pendidik : Orang yang menyebarluaskan informasi terkait jenis ikan Molidae/ Sunfish dikalangan masyarakat Indonesia. Sehingga meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat.

15/07/2020

Super-excitingly we have just genetically identified the first ever larva of the 'giant sunfish' (Mola alexandrini) - the famous sunfish divers can swim with off Bali. These larvae are exceedingly cute but super-hard to come by so huge thank you to everyone in Australia and New Zealand who helped make this possible! Read the story here: https://australianmuseum.net.au/blog/amri-news/who-am-i-the-larval-sunfish-mystery/ Australian Museum Auckland War Memorial Museum Tepapa Wellington

Senin,10 April 2017 salah satu tim Indonesian Molidae Network menghadiri rapat koordinasi Perlindungan ikan Mola mola di...
10/04/2017

Senin,10 April 2017 salah satu tim Indonesian Molidae Network menghadiri rapat koordinasi Perlindungan ikan Mola mola di Kementrian Kelautan Dan Perikanan di Jakarta. Tujuan pertemuan ini adalah mengumpulkan data dan informasi terkait ikan Mola serta menginisiasi penetapan perlindungan jenis dari keluarga Molidae.

Isu dan permasalahan pada spesies ini masih banyaknya terjadi penangkapan sampingan serta informasi terkait kemunculan dan keberadaan ikan Mola di Indonesia sangat jarang karna masih banyak masyarakat yang belum mengenal ikan ini. Dalam pertemuan ini juga dibahas bagaimana bentuk perlindungan selanjutnya dan pembentukan tim penyusun analisis kebijakan perlindungan ikan Mola.

Yesterday we get information that sunfish was caught in Kupang. Not 100% sure, but as fish morphological and clavus (tai...
15/09/2016

Yesterday we get information that sunfish was caught in Kupang. Not 100% sure, but as fish morphological and clavus (tail) look like mola mola. any comment Marianne Nyegaard Tierney Thys ??

Hari ini kita mendapatkan laporan dari Tezar Rafandi (WCS Indonesia) bahwa seekor baby Sunfish tertangkap oleh nelayan d...
16/04/2016

Hari ini kita mendapatkan laporan dari Tezar Rafandi (WCS Indonesia) bahwa seekor baby Sunfish tertangkap oleh nelayan di Teluk Saleh Sumbawa. Secara morfologi kita dapat mengidentifikasi bahwa ini merupakan jenis dari Masturus lanceolatus yang dicirikan dengan adanya tonjolan dibagian clavus (ekor) nya. Namun dugaan ini belum kuat, kami akan menyelidiki dengan pendekatan genetika. Saat ini teman teman dari WCS sedang berada dilapangan untuk mengumpulkan informasi dan pengambilan sampel DNA untuk investigasi lebih lanjut. Kabarnya, ikan ini tertangkap oleh nelayan yang sedang memancing ikan kerapu dan kakap. Namun ternyata ikan Sunfish ini memakan umpan nelayan sehingga tertangkap secara tidak sengaja. FYI, saat ini kami Indonesian Molidae Network bersama Bpspl Denpasar sedang melakukan program penelitian Molidae di Indonesia untuk mendukung pengelolaannya. Masturus lanceolatus sendiri bukan hal yang baru ditemukan di perairan Indonesia. Spesies ini ditemukan juga di beberapa lokasi di Indonesia seperti Banyuwangi, Solor - Lembata, Teluk Cendrawasih, dan Berau. Harapannya, semakin banyak informasi terkumpul akan sangat membantu peneliti dan pengelola untuk dapat memahami lebih dalam mengenai potensi dan ancamannya, sehingga manfaat dari spesies ini akan dirasakan maksimal oleh masyarakat Indonesia. (Iqbal Herwata)

Selamat Pagi. Tim Indonesia Molidae Network akan memberikan update kegiatan terbaru kami pada bulan April 2016 ini. Bebe...
13/04/2016

Selamat Pagi. Tim Indonesia Molidae Network akan memberikan update kegiatan terbaru kami pada bulan April 2016 ini. Beberapa hari lalu, tim Indonesia Molidae Network selesai melaksanakan workshop di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Workshop ini bertajuk "Pengenalan dan Pelaporan Data Molidae di Indonesia" bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, Indonesia Biodiversity Research Center, Indonesia Reef Check, Badan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL KKP) dan sahabat Alam Malang (SALAM). kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, beserta penyuluh, dan para Nelayan di Desa Sumberbening. Tujuan dari workshop ini diantaranya adalah Pengenalan Ikan Molidae dari segi bioekologi dan Potensi untuk Masyarakat, Memberikan keterampilam dalam melakukan pengambilan data molidae baik berupa pelaporan kejadian, foto maupun sampel DNA, serta sistematika pelaporan data ke tim Indonesia Molidae Network.

Diantara para presenter dalam workshop ini adalah, Tim yaitu Eka Maya Kurniasih (IBRC) yang menyampaikan tentang mekanisme pengump**an data dan pelaporan ikan Molidae, dan Iqbal Herwata (Indonesia Reef Check) yang menyampaikan mengenai sisi bio-ekologi dan konservasi ikan Molidae.

Kegiatan ini berhasil terlaksana dengan baik dan mendapatkan antusiasme luar biasa dari para peserta, khususnya nelayan. Semoga keberhasilan ini akan memudahkan tim Indonesia Molidae Network dalam melakukan upaya ikan Molidae di Indonesia. Kami mengharapkan partisipasi dan dukungan rekan semua dalam program konservasi Ikan Molidae hingga masa yang akan datang.
Terima kasih.
--------------------------------
Good Morning. Indonesian Molidae Network Team will give the information about our update in Indonesian Molidae Network Program on this April 2016. Few days ago, we have successfully conducted Workshop at Sumberbening Village, Bantur Regency, Malang.

This workshop entitled "Introduction and Reporting Data of Molidae in Indonesia" cooperated with Indonesian Fisheries and Marine Department, Indonesian Biodiversity Research Center, Indonesia Reefcheck, Indonesian Body for Resources Management of Coastal and Sea and Sahabat Alam Malang. This workshop has been attended by Fisheries and Marine Department and Participants from Fishermen around Sumberbening Village. The aim of this workshop is to Introduce Molidae in the term of bio-ecology and conservation and also the economical potency for Society. Giving the practical ability in collecting data including the sighting, foto and DNA sample and also the systematic mechanism for reporting the data of Molidae to our team.

This workshop has been succesfully conducted and received a lot of enthusiasm from participants especially our fishermen. We hope that this success could help our team in gaining the easiness in running our conservation effort for Molidae fish. We also hope your active contribution and support in the succession of our program in the future. We hope to see your participation in the next workshop!

Indonesian Molidae Network has conducted survey of indigenous knowledge related socio-ecology in Lamakera village. The p...
09/03/2016

Indonesian Molidae Network has conducted survey of indigenous knowledge related socio-ecology in Lamakera village. The purpose of this survey to understand more about family of molidae in Lamakera such as historical fisheries, distribution, etc.

Research FactHow environment impact can influencing sunfish ?Ocean Sunfish are sighted yearly in the waters of Nusa Peni...
14/02/2016

Research Fact

How environment impact can influencing sunfish ?

Ocean Sunfish are sighted yearly in the waters of Nusa Penida and increase visibly from the months of July to October as this is the main period of upwelling in that area. During this peak season the island experiences an increase of cold water and rich nutrients from the deeper surrounding waters. This phenomena occurs from South Java Sea until Sumbawa resulting in a positive impact towards the environment of the waters. The nutrients from deep waters contain a higher concentration and when they rise to the surface, this promotes optimum water productivity. Upwelling provide food source for the marine life in that area. The Ocean Sunfish is one of the marine lives that benefit from this. Primary food of Ocean Sunfish are jellyfishes and zooplankton. This is one of the main reasons Ocean Sunfish are sighted more frequently during the upwelling period from July to October.

Bagaimana dampak lingkungan dapat mempengaruhi sunfish?

Ikan Matahari selalu muncul setiap tahunnya di perairan Kep**auan Nusa Penida dan semakin terlihat banyak kemunculannya pada saat highseason antara bulan Juli hingga Oktober yang diikuti oleh penurunan suhu permukaan laut (SPL) regional. Selanjutnya pada saat high season ikan Matahari ini [termasuk : musim timur] merupakan wilayah perairan yang dilewati air dingin serta nutrien pada permukaan perairan. Hal tersebut terjadi dari perairan selatan Jawa hingga Sumatra, terkait dengan fenomena upwelling yang menimbulkan dampak positif terhadap lingkungan perairan. Nutrien dari lapisan bawah yang lebih tinggi konsentrasinya akan naik ke lapisan permukaan. Hal tersebut dapat menyuburkan suatu perairan, fenomena upwelling menyebabkan produktivitas perikanan yang tinggi. Keadaan tersebut mengakibatkan ketersediaan makanan menjadi tinggi. Salah satu biota yang memanfaatkan makanan tersebut adalah ikan Matahari. Ikan Matahari mempunyai kebiasaan memakan Jellyfish dan zooplankton sebagai sumber makanan utamanya. Hal tersebut diduga berdampak pada frekuensi kemunculan ikan Matahari lebih banyak dijumpai oleh para penyelam bulan Juli hingga Oktober.

(2/2)

Research Fact : Why Sunfish come to Nusa Penida, Bali?The waters of the Nusa Penida Islands are characterized by high bi...
14/02/2016

Research Fact :

Why Sunfish come to Nusa Penida, Bali?

The waters of the Nusa Penida Islands are characterized by high biological productivity. The dynamics of these waters are heavily influenced by high variability in temperature, currents, and monsoonal winds. These factors may affect the seasonal occurrence of ‘Short Sunfish’ in these waters.

Kenapa ikan Matahari dating ke Nusa Penida, Bali ?

Perairan Kep**auan Nusa Penida ditandai dengan produktivitas hayati tinggi. Dinamika perairan ini sangat dipengaruhi oleh variabilitas tinggi suhu, arus, dan angin musiman. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi terjadinya musiman 'Sunfish Pendek' di perairan ini. (1/2)

Tingkatkan Kualitas Data, perlunya sistem cepat tanggap yang terintegrasi dalam pelaporan dan aksi saat kemunculan Ikan ...
13/02/2016

Tingkatkan Kualitas Data, perlunya sistem cepat tanggap yang terintegrasi dalam pelaporan dan aksi saat kemunculan Ikan Matahari (Sunfish) di sekitar wilayah perairan Indonesia
“Ikan Raksasa Seberat Satu Ton Ditemukan Nelayan di Poso”, demikian informasi yang dilansir Kompas.com pada Senin (11/01) lalu. Ikan ini diketahui berasal dari family Molidae, yang juga sering disebut Mola-mola atau ikan Matahari (Sunfish). Ini bukan kali pertama, Mola-mola tercatat sudah beberapa kali muncul di sepanjang perairan Indonesia sejak beberapa tahun terakhir.

Kemunculannya, seperti yang disampaikan oleh Iqbal Herwata, peneliti muda oseanografi biologi REEF CHECK INDONESIA setidaknya tercatat dari tahun 2007. Ikan ini muncul mulai dari Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, KalimantanTimur, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Papua Barat. Khusus untuk daratan Sulawesi, merupakan wilayah memiliki intensitas yang cukup tinggi dalam penemuan oleh nelayan baik dalam kondisi terdampar ataupun tersangkut jaring. Kep**auan Nusa Penida, di Bali juga dikenal memiliki cleaning station dan secara musiman Ikan Matahari datang untuk membersihkan parasit yang menempel di tubuhnya oleh sekelompok ikan pembersih. Hal ini p**a menjadikan "Mola-mola" sebagai ikon pariwisata yang bernilai ekonomi tinggi untuk masyarakatnya.

Menurut Iqbal, baru di Nusa Penida kemunculan Ikan Matahari terindetifikasi pola kemunculan dan lokasinya. Namun di beberapa lokasi lain seperti Alor dan Banda Neira, dimana juga tercatat pertemuan penyelam dengan ikan ini, belum diketahui dalam rangka apa kemunculannya hingga dekat permukaan. Ikan Matahari sendiri diketahui hidup hingga kedalaman kedalaman 600 meter dan jarang muncul ke permukaan. Sehingga tentu saja kemunculannya menjadi pertanyaan bagi para peneliti untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana penyebaran dan pola hidup sang ikan. Selama mempelajari ikan ini, Ia menyatakan tidak hanya 1 spesies saja yang muncul, ada 3 dari 4 spesies dari famili ini yang saat ini berhasil terekam, diantaranya Mola mola, Mola ramsayi, dan Masturus lanceolatus. Reaksi cepat tanggap dalam mendokumentasikan kemunculan ikan ini masih belum maksimal. Sehingga data ilmiah untuk mendukung pengelolaan Ikan Matahari belum dapat menjadi pegangan pasti. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun hampir di seluruh dunia. Padahal, bila ada sistem reaksi cepat yang terintegrasi ke semua pihak akan sangat membantu peneliti dan pemerintah untuk dapat mengoleksi sampel, atau pencatatan lainnya untuk mempelajari Ikan Matahari ini.

Marianne Nyegaard Sunfish Research, kandidat PhD dari Murdoch University di Perth, Australia, telah mempelajari Ikan Matahari di Nusa Penida selama tiga tahun terakhir. Ketika ia mulai penelitian lapangannya di Indonesia, semua spesies Molidae di Indonesia seringkali disebut "Mola-mola", padahal ada lebih dari satu spesies “Mola-mola” di perairan Indonesia. Dia mengatakan situasi ini tidak mengherankan, karena faktanya cukup sulit membedakan setiap spesies “Mola-mola”. Ia menyebutkan analisis genetik adalah alat penting untuk identifikasi spesies, dan mendukung banyak penelitian. Hal tersebut juga diperkuat oleh Eka Maya Kurniasih peneliti ekologi genetika dari Indonesian Biodiversity Research Center. Mereka menyambut munculnya pemerhati Molidae, di mana orang Indonesia bekerja sama untuk mendapatkan sampel jaringan dari seluruh negeri, demi membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik dari spesies ini. Studinya di Nusa Penida . Ia menyambut munculnya pemerhati Molidae, di mana orang Indonesia bekerja sama untuk mendapatkan sampel jaringan dari seluruh negeri, demi membantu bekerja sama untuk mendapatkan sampel jaringan dari seluruh negeri, demi membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik dari spesies ini. Studinya di Nusa Penida mengungkapkan bahwa spesies di Nusa Penida adalah Mola ramsayi, dan bukan Mola mola seperti banyak diyakini dan disebutkan orang-orang.

Kemunculan ikan yang tak terduga dan penyebarannya yang luas membuat peneliti sulit untuk mengambil kesimp**an dalam waktu singkat. Karena itu sebuah jaringan Molidae nasional di Indonesia sangat ideal untuk mengumpulkan informasi lebih banyak untuk membantu mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang ikan ini. Para peneliti ikan matahari di Indonesia bersepakat untuk membentuk sebuah jejaring Indonesian Molidae Network yang bertujuan sebagai pusat komunikasi dan menghimpun peneliti, pemerintah, nelayan, dan relawan yang dapat berkontribusi dalam mempelajari ikan Matahari di Indonesia.

Informasi lebih lanjut :

Iqbal Herwata [email protected] 0812 3891 298

Editor: Lina PW /Reef Check Indonesia

Good Evening dear facebook friends.We believe that you have known much or less about what is Molidae including their mor...
14/01/2016

Good Evening dear facebook friends.
We believe that you have known much or less about what is Molidae including their morphological characteristic and conservation status. We've been receiving plenty information about stranded Molidae and such. So, now, if you see Molidae stranded/accidentally attached by fishermen's net or either you see them swimming in the ocean, we would give you short important thing what to do to let us know the information through this poster:

Thank you!

======================
Selamat Malam teman-teman facebook. Kami yakin kamu semua sudah paham sedikit atau banyak mengenai Molidae, meliputi karakteristik morfologi maupun status konservasinya. Kami sudah cukup banyak menerima berita mengenai Molidae yang terdampar maupun informasi lainnya. Jadi sekarang, kami ingin memberikan informasi mengenai bagaimana caranya kamu bisa memberikan informasi mengenai Molidae yang terdampar atau terjerat jaring nelayan, ataupun ketika kamu melihat Molidae sedang berada di laut dengan melakukan hal sesuai di poster berikut ini:

Terima kasih!

SUNFISH ditemukan lagi di wilayah Sulawesi Tengah !Seperti dilansir Kompas tanggal 11/01/2016, Ikan mola atau biasa dise...
11/01/2016

SUNFISH ditemukan lagi di wilayah Sulawesi Tengah !

Seperti dilansir Kompas tanggal 11/01/2016, Ikan mola atau biasa disebut ikan matahari itu tiba-tiba tersangkut di jaring pukat sekitar 5 kilometer di tengah laut lepas dari tepi pantai Desa Tambaran.

Kemunculan ini tidak hanya kali ini saja tercatat. Kami mencatat dari tahun 2007 ikan ini telah muncul dan terpublikasi di media elektronik. Kemudian tahun 2014, dan terakhir Mei 2015 kemarin di Pantai Ria. Informasi ini sangat menarik untuk ditindaklanjti, dugaan sementara dengan informasi selama ini yang kita dapat, kemungkinan Sulawesi menjadi habitat ikan ini. Ikan Sunfish dikenal sebagai ikan yang mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 800 meter.

Informasi selanjutnya masih kami cari. Apabila teman-teman memiliki informasi ini. kami Indonesian Molidae Network siap untuk mendokumentasikan ini untuk keperluan ilmiah. Hal ini dilakukan karena masih sedikit informasi yang tersedia untuk pengelolaan selanjutnya spesies ini di Indonesia.

Salam

Sejumlah nelayan di Poso, Sulawesi Tengah, menemukan ikan raksasa tersangkut di jaring pukat saat tengah melaut. Ikan tersebut ditemukan pertama kali oleh Jamal (30), nelayan asal Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Minggu (10/1/2016).

Happy weekend Folks !It's 2016 already !Some of you may not have heard much about the MolidaeIn order to raise your know...
08/01/2016

Happy weekend Folks !
It's 2016 already !
Some of you may not have heard much about the Molidae
In order to raise your knowledge about Molidae, We are very pleased to announce the release of Molidae 2016 Calendar !

Address

Denpasar

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Indonesian Molidae Network posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share