10/08/2018
Dulu di Jerman hidup seorang anak yang belum bisa membaca bernama Gerhard. Ayahnya tukang bersih-bersih di percetakan koran, dan nyaris tak ada buku di rumah mereka. Gerhard sangat senang ketika suatu hari ayahnya memberikan buku Thumbelina karya Hans Christian Andersen sebagai kado Natal. Gerhard buru-buru minta kakak perempuannya membacakan buku itu keras-keras. Gerhard lalu menghampiri ayahnya, mengungkapkan betapa dia menyukai kado itu. Ayahnya malah marah dan memukul kakak perempuannya. Rupanya ayah Gerhard mengira buku langsung kehilangan artinya seusai dibaca sekali. Membeli buku Thumbelina itu ternyata adalah kunjungan pertama ayah Gerhard ke toko buku.
_
Sekarang Gerhard Steidl memiliki penerbitan dan percetakan terkemuka. Nama Steidl identik dengan buku berkualitas produksi tinggi. Dia menggunakan bahan dan teknik produksi yang sulit disamai sesamanya. Steidl menerbitkan buku karya fotografer William Eggleston, Robert Frank, desainer Karl Lagerfeld, hingga karya fiksi Günter Grass.
_
Dulu, ongkos produksi buku jauh lebih mahal daripada sekarang. Banyak tangan yang terlibat dalam proses produksinya. Sebelum diterbitkan, konten buku diedit, disusun, diperiksa, dan proses itu terus berulang sampai sebuah buku dinyatakan layak terbit. Sekarang semakin mudah dan murah untuk menerbitkan buku. Banyak pihak menerbitkan sendiri bukunya dengan kualitas beragam. Informasi juga diakses dengan mudah dan murah dari sumber selain buku. Konten yang dulu hanya terbit dalam kertas, sekarang juga terbit secara elektronik. Di sisi lain, banyak pembaca yang tak rela kehilangan buku kertas. Mereka menghargai sensasi yang muncul ketika seseorang menyentuh kertas, mencium aroma tinta maupun kertas yang menua. Penerbit pun tergerak membuat buku yang memuaskan indera pembaca.
_
Namun, kalau buku hanya untuk disentuh, dicium, maupun dikagumi penampilannya, jangan-jangan dia sudah kehilangan nilai terpentingnya, yang pernah mendorong seorang anak memutuskan jadi pembuat buku. Jangan-jangan nilai buku kini nyata ketika dia dimiliki, bukannya dibaca.
_
Saat si Kecil dewasa, apakah dia masih akan membaca buku?
_